Yohannes 15: 1-8
Akulah pokok
anggur yang benar dan
Bapa-Kulah pengusahanya (Yoh 15: 1).
Saat masih di sekolah
dasar, saya diajar mengendarai sepeda oleh ayah saya. Ternyata mengendarai
sepeda tidak semudah yang saya bayangkan. Berkali-kali saya harus jatuh bahkan
kaki saya terluka. Berkali-kali juga saya terpikir untuk berhenti dan
bermain-main dengan teman-teman saya. Namun ayah saya selalu ada untuk memberi
semangat agar saya berdiri lagi setiap terjatuh, bangkit lagi setiap terluka.
Ayah saya memegang sepeda saya dari belakang agar saya tidak terjatuh. Dia juga
selalu menyediakan obat-obatan kalau kaki atau tangan saya terluka.
Untuk dapat lancar
bersepeda, kita harus jatuh dan terluka berkali-kali. Begitu juga dengan
kehidupan kita. Dalam perjalanan hidup kita sehari-hari, sering kali kita
menghadapi permasalahan dan tantangan. Kadang kala kita harus terluka, kecewa,
bahkan sakit hati. Mungkin kita juga ingin berhenti dan tidak mau bergerak maju
lagi. Namun kita tidak akan berkembang jika berhenti, sama halnya kita tidak
akan bisa lancar bersepeda bila tidak siap untuk jatuh dan terluka. Proses itu
semua dibutuhkan agar kita bisa berkembang dan berbuah lebih lebat lagi.
Allah, Bapa kita
yang setia selalu menyertai dan menemani. Dia memberikan proses kepada kita,
melihat kita terjatuh dan terluka. Namun itu semua adalah pelajaran agar kita bisa
berkembang; bangkit dan tetap bergerak maju menghadapi setiap permasalahan dan
tantangan di depan kita (Yoh 15:2). Melalui proses itu Allah juga ingin agar
kita selalu berserah dan berdoa kepada-Nya (Yoh 15: 4-5). Sebagai Bapa yang
sayang anak-Nya, Dia tidak akan membiarkan kita terluka begitu lama. Allah akan
mengobati luka kita, menyembuhkan hati kita, dan menghibur kita sehingga kita
akan bangkit dan berjalan lagi (Yoh 15:7).
Pada akhirnya,
seperti ayah yang tersenyum gembira melihat anaknya lancar bersepeda, begitu
juga Bapa kita akan tersenyum melihat buah kita bisa dirasakan oleh banyak
orang. Sehingga melalui buah kita, nama Allah dimuliakan dan didengar oleh
banyak orang (Yoh 15: 8).
.jpg)