Tuesday, 13 January 2015

Anak Kecil yang Belajar Bersepeda

Yohannes 15: 1-8
Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya (Yoh 15: 1).

Saat masih di sekolah dasar, saya diajar mengendarai sepeda oleh ayah saya. Ternyata mengendarai sepeda tidak semudah yang saya bayangkan. Berkali-kali saya harus jatuh bahkan kaki saya terluka. Berkali-kali juga saya terpikir untuk berhenti dan bermain-main dengan teman-teman saya. Namun ayah saya selalu ada untuk memberi semangat agar saya berdiri lagi setiap terjatuh, bangkit lagi setiap terluka. Ayah saya memegang sepeda saya dari belakang agar saya tidak terjatuh. Dia juga selalu menyediakan obat-obatan kalau kaki atau tangan saya terluka.



Untuk dapat lancar bersepeda, kita harus jatuh dan terluka berkali-kali. Begitu juga dengan kehidupan kita. Dalam perjalanan hidup kita sehari-hari, sering kali kita menghadapi permasalahan dan tantangan. Kadang kala kita harus terluka, kecewa, bahkan sakit hati. Mungkin kita juga ingin berhenti dan tidak mau bergerak maju lagi. Namun kita tidak akan berkembang jika berhenti, sama halnya kita tidak akan bisa lancar bersepeda bila tidak siap untuk jatuh dan terluka. Proses itu semua dibutuhkan agar kita bisa berkembang dan berbuah lebih lebat lagi.

Allah, Bapa kita yang setia selalu menyertai dan menemani. Dia memberikan proses kepada kita, melihat kita terjatuh dan terluka. Namun itu semua adalah pelajaran agar kita bisa berkembang; bangkit dan tetap bergerak maju menghadapi setiap permasalahan dan tantangan di depan kita (Yoh 15:2). Melalui proses itu Allah juga ingin agar kita selalu berserah dan berdoa kepada-Nya (Yoh 15: 4-5). Sebagai Bapa yang sayang anak-Nya, Dia tidak akan membiarkan kita terluka begitu lama. Allah akan mengobati luka kita, menyembuhkan hati kita, dan menghibur kita sehingga kita akan bangkit dan berjalan lagi (Yoh 15:7).

Pada akhirnya, seperti ayah yang tersenyum gembira melihat anaknya lancar bersepeda, begitu juga Bapa kita akan tersenyum melihat buah kita bisa dirasakan oleh banyak orang. Sehingga melalui buah kita, nama Allah dimuliakan dan didengar oleh banyak orang (Yoh 15: 8).

No comments:

Post a Comment